Mungkin inilah yang dirasakan oleh mahasiswa/i semester akhir. Mungkin ada yang sama ada yang tidak yang dirasakan oleh ku. Mungkin semua campur aduk dalam berbagai hal, mungkin bisa
menyusun dan memilah serta berencana sebaik-baiknya. Mungkin tak semua bisa merasakan jadi aku atau orang lain rasakan. Mungkin sebaiknya banyak-banyak bersyukur dengan peristiwa yang sudah terjadi. Mungkin inilah saatnya yang kurasakan, dari orang-orang terdahulu yang sudah duluan merasakan fase menjadi seorang penuntut ilmu semasa semester akhir. Mungkin inilah cara Tuhan beri dan ceritanya berbdeda yang akan melatih diri menjadi kuat dalam menghadapi situasi dan kondisi sehingga membentuk cerita dan pengalaman ada yang sama ada yang tidak. Mungkin inilah memahami dan mengerti serta berendah hati dalam melaksanakan ujian-ujian yang akan diberi yang nantinya akan menjadi kebahagiaan yang tak ternilai. Mungkin ini jalannya tidak tahu berapa lama tapi harus dijalani dan dinikmati prosesnya. Hampir semua pernah merasakan, bedanya ada yang duluan menuntut ilmu ada yang baru dan ada yang akan.Namun begitu, apapun yang terjadi aku belajar bersyukur dan berdamai dengan apa yang sudah terjadi. Namun nyatanya aku kilas sedikit dengan apa yang sudah aku lakukan, yang sudah aku berikan dan yang sudah aku pelajari dan menjadi dan kelal akan jadi bekal dalam hidup. Berguru kepada siapapun untuk menambah wawasan hingga setiap moment aku belajar memfilter segala sesuatu, baik aku dengar dan laksanakan, buruk aku tau itu tidak baik maka aku lepaskan san tidak untuk ditiru, cukup dijadikan pelajaran dan pengalaman dalam hidup.
Diri ini di isi dengan orang-orang dengan latar belakangnya berbeda denganku, isi kepala dan isi hati yang berbeda denganku, walau tampak rambut sesama hitam, dengan proses berhati-hati dalak hal apapun, semua karena nasihat yang diajarkan dari yang tersayang, yang mana mereka duluan hidup merasakan pahit manis nya hidup.
Perjalanan ini di iringi dengan suka dan duka, bahagia dan deraian air mata, aku tahu "sedih bahagia-sedih bahagaia" fase ini akan selalu ada, yang terpenting adaptah aku terus belajar berproses, memgerjakan hal-hal yang menyenangkan, berjalan dalam pendewasaan diri untuh selalu kukuh dalam menjalankan setiap proses, yakin dan percaya akan ada hadiah terindah setelahnya. Bersyukur adalah cara yang paling ampuh dalam segala sesuatu yang dijalani, diam adalah cara terbaik disaat hal apapun yang datang yang tidak mengenakkan diri ketika ada suara yamg datang tidak cocok dan tidak harua untuk didengar, berbicara sewajarnya dan seperlunya dengan berhati-hati serta jangan sampai melukai hati.
Aku pernah berpikir bahwa jika kita membantu orang lain, memudahkan hidup orang lain, Allah pasti akan bantu urusan kita, memudahkan hidup kita, aku selalu percaya apa yang kita lakukan otu akan balik ke diri kita seperti kata pepatah "apa yang kau tanam itu yang akan kau tuai", aku selalu menerapkan "perlakukan orang lain seperti engkau ingin diperlakukan", maka aku selalu berhati-hati dan melakukan sesuatu orang lain seperti apa aku ingin diperlakukan kepada orang yang bersangkutan.
Suatu hari ada yang menghampiri ku, karena aku juga bisa dikategorikan aktif disuatu organisasi, seorang kakak-kakak dan abang-abang lebih dari 1 mereka menghampiri, memberikan pesan mau mewawancarai tentang penelitiannya, aku mungkin juga pernah sibuk sehingga kadang cepat kadang lambat aku membalas pesan, tapi aku mengusahakan cepat selagi aku bisa, bukankah setiap individu pesannya ingin langsung dibalas? Ya tentu. Aku juga seperti itu. Aku hanya berpikir bahwa karena aku tahu maka aku bantu menjawab semampu dan bisa ku, karena aku juga mempunyai keterbatasan.
Pada akhirnya fase itu aku jalani, deg-deg rasanya, campur aduk, itu mungkin yang mereka terdahulu pernah merasakan, kadang berjumpa dikampus, pada saat kegiatan, pada saat berpas-pasan dijalan, aku merasa karena aku mempunyai tanggung jawab untuk mengedukasi karena ilmunya pernah ku dapatkan maka aku pilih untuk berbagi cerita, pengalaman dan pengetahuan.
Aku menunggu, tapi tetap berpikir positif, mungkin karena sabar dan pikiran, hati dan otak bisa bersinergi berkat buku yang pernah ku baca, ternyata bermanfaat, bisa memberikan dampak buatku, bersyukurnya itu.
Pada akhirnya pesanku dibalas, aku sangat berendah hati dalam membalas pesan karena aku butuh bantuan orang tersebut, aku hanya berdoa bersyukur dan terima kasih, mungkin karena aku dulu pernah menolong orang lain sehingga Allah mudahkan, Allah gerakkan hati seseorang tersebut untuk membalas pesan ku, dan saling balas, tinggal wawancara.
Tiada yang mampu menggerakkan hati hambanya kecuali Tuhan YME, ada rasa tenang sebentar sambil melanjutkan revisian. Rekan sejawat sering sharing bertanya bagaimana cara mengirim pesan nya, lalu apa tindak lanjutnya. Aku hanya menceritakan apa yang pernah aku lakukan dan benefit yang ku dapatkan. Membuat surat, mengirim surar, menunggu balasa, membuat kesepakatan, wawancara, jika ada kenalanan atau teman belajar atau kerja disuatu tempat tersebut bisa bertanya, bisa memberi tahu bahwa sedang mengirim surat dengan tujuan dan hajat yang akan di inginkan, sehingga minta tolong untuk informasi selanjutnya.
Hal-hal kecil yang dipelajari ternyata membawa manfaat dalam kehidupan fase-fase entah dimana itu, karena dengan adanya pertemuan ini daring atau luring untuk memperertat silaturahmi, menambah teman atau wawasan. Sehingga berbuat baiklah kepada siapapun ini pesan aku dapatkan dari pembina dan beberapa orang hebat yang mana aku pernah berinteraksi dengannya. Membangun relasi, menambah informasi, menanamkan hal baik dalam hidup.
Semua yang diinginkan tidak terlepas dari usaha-usaha, doa, dukungan orang-orang terdekat. Maka, belajarlah, jika sudah usaha maksimalkan ikhtiar. Yakinlah semua tidak akan sia-sia, yang terjadi itulah yang terbaik, jika ada kesalahan perbaiki. Meminta yang terbaik hanya kepada Allah.swt, karena ia adalah Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tetaplah berbuat baik kepada siapapun, sungguh entah kita yang butuh seseorang atau seseorang esok akan butuh kita, tidak ada yang tahu, maka buatlah yang baik-baik dalam hidup, jika ada salah kepada siapapun segera minta maaf, baiknya adalah saling memaafkan. dan minta maaf dan mohon ampun kepada Allah. Semoga aku dan kamu yang membaca cerita ini selalu bernasib baik Aamiin. Salam sehat dan bahagia-
Self reminder, semoga bermanfaat.
PC 22 Maret 2021 15.54 Sedang Hujan

Komentar
Posting Komentar