Grandfa hari ini sudah lewat 40 hari kepergian grandfa, setiap hari, detik dan helaan nafas Echa n Nia selalu merindukam grandfa. Echa akui bahwa Echa sangat rapuh, ketika sedang sendiri Echa selalu
menangis, terlebih mengerjakan tugas akhir, ekspektasi Echa selalu tidak berdamai, ekspektasi Echa seharusnya grandfa ada saat echa mengerjakan skrip. Untaian kata tersebut yang selalu membuatku tidak bisa berdamai, tapi aku yakin perlahan aku bisa berdamai.Maafkan lebih dan kurangnya Echa grandfa, tapi apapun rintangan kedepan Echa akan selalu tetap kuat dengan pesan-pesan grandfa yang selalu hadir menemani Echa. Grandfa betapa grandfa tahu bahwa siapapun datang dan hadir menaruh hal-hal yang kurang berkenan Echa adalah orang pertama yang berani untuk berbicara langsung, apapun yang terjadi Echa hanya minta kekuatan dan pelukan dari Allah yang selalu memberikan petunjuk, Echa selalu diam dan berbicara sekadarnya tanpa melukai perasaan orang lain.
Grandfa, terima kasih sudah percaya sama Echa sepenuhnya, yang mengajarkan Echa menjadi Echa yang mandiri, kuat dan bersahaja. Apapun yang terjadi, Echa kuat dan selalu berdiri kukuh atas keadilan dan kebenaran.
Grandfa, makasih sudah hadir dimimpi Echa, "yang penting aja dikerjakan, yang gak penting gak usah dikerjakan, sama.. Dengarkan yang benar, yang gak benar gak usah didengarkan".
Terima kasih sudah menjadi penenang Echa granda, insyaAllah Echa selalu ingat dan laksanakan pesan grandfa. Echa selalu merindukan grandfa setiap hari. Doa echa selalu menyertai grandfa.. Terima kasih grandfa, Echa sayang grandfa 💖
PC 20 Maret 2021
Cucu kesayangan grandfa
Komentar
Posting Komentar