Langsung ke konten utama

30 Hari Bercerita Januari 2021

Cerita I

#CeritaTeysya


Benakku berkata moment langka untuk mendefinisikan gambar ini. Hmm, ya sebenarnya setiap moment pasti langka, berkesan dan ada pesan. Namun kilas 6 Juli 2020 adalah peristiwa yang membuatku dilema, karena dihadapkan dengan 2 pilihan yang sama-sama penting, antara tugas negara dan keluarga.


Mengambil sebuah keputusan memang tidak mudah, saat itu sedang diluar kota, berat meninggalkan kota tempat tinggal tapi demi tugas negara, disatu sisi baru bertemu keluarga. Akhirnya dengan penuh pertimbangan, setelah memikirkan selama 1 minggu hiya hiya lama ya? wkwk, dengan menimbang, mengingat dan memutuskan pulang sebentar karena memang harus kembali ke kota lalu ke desa balik lagi kekota ya begitu, setelah selesai kembali ke tugas negara. Cailah... dan syukurnya sempat mengabadikan moment ternyata ada yang dikenang hahaha


Lalu, lanjut menikmati pengabdian. Setelah melewati hari-hari menjalani hidup, mengambil sebuah keputusan dengan tetap netral itu sangat berat, maka ketika tenang, hening dan sendiri serta harus meluangkan waktu baru benar-benar berani mengambil keputusan. Tapi ketika langsung mendengar harus mengambil keputusan jangan langsung dijawab, pikirkan kembali dan lagi 2-3 kali bahkan berkali-kali, jika sudah pasti, yakin berikanlah jawaban terbaik menurut versimu, yaitu ikuti kata hati. Itu dia tips nya hehe


Teruntuk bulan Juli 2020 terima kasih sudah banyak mengajarkan aku banyak hal, terima kasih untuk orang-orang yang menemaniku berproses selama ditempat pengabdian, semoga aku, kamu dan kita semakin lebih baik versi diri pribadi. 


Belajar menghitung dan mengukur

Jangan lupa bersyukur


Ikan hiu keliling dunia

Terima kasih ya

Ikutan yuk, 


@30haribercerita

#30HariBercerita

#30hbc2101


Barengan sama aku dan rekan-rekan lainnya. Salam semangat, semangat menginspirasi.


Cerita 2

Sejenak Bercermin


Kilas Jakarta, 3 November 2018 gambar ini diabadikan. Memberikan warna baru dalam kehidupan untuk menambah pemahaman agar bertambahnya wawasan.


Setiap hari sebelum berangkat atau pergi, pasti bercermin terlebih dahulu. Bercermin dengan versinya masing-masing. Bercermin dengan mengevaluasi diri, berbicara dengan diri sendiri, tanya dan jawab sendiri apa yang sudah aku lakukan dan lalui hari ini, apakah aku sudah menjadi manusia yang baik dan bermanfaat? Apakah aku sudah bersyukur? Apakah aku sudah belajar lebih baik? Apapun itu pertanyaannya, jawab sendiri dan nilai sendiri.


Tidak ada penilaian sempurna selain Tuhan YME dan dirimu sendiri, karena yang tahu dan lebih tahu tentang kamu ya diri kamu, serta yang lebih pantas untuk memberikan nilai hanya diri mu, baik atau kurang, jatuh atau bangun, naik atau turun, sedih atau bahagia hanya dirimu yang lebih tahu solusinya. 


Mencari kebahagiaan hanya dirimu yang tahu caranya, hanya dirimu yang tahu segalanya. Bercerminlah untuk memperbaiki diri, bercerminlah untuk belajar setiap hari menjadi manusia yang lebih baik verisi diri sendiri, bercerminlah untuk selalu belajar berbuat baik kepada siapapun.


Jika perlu sebelum mengevaluasi diri catat di catatan ponsel pintarmu, saat bercermin baca lagi, lihat lagi, ingat lagi, dan berkomitmenlah untuk menjadi lebih baik, karena komitmen adalah tanggung jawab, jadi mari belajar bertanggung jawab dari hal-hal kecil.


Kepada diriku terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk bercermin, mengevaluasi diri dari bangun pagi hingga menjelang tidur, jangan bosan untuk bercermin, dan perbanyak bersyukur dengan cara menghargai yang kamu punya serta tidak lupa untuk berbagi sesama.


Selamat bercermin, boleh senyum, tapi jangan senyum-senyum sendiri wkwk

Semoga hari kita selalu indah. Terima kasih sudah membaca cerita ini, hanya pesan pengingat diri, semoga bermanfaat.


Tarik sist.........

SEMONGKO


@30HariBercerita

#30HariBercerita

#30hbc2102

#CeritaTeysya


Cerita 3

Berjodoh


Melalui gambar ini (8 Des 2020) aku melihat kembali peristiwa yang terjadi ketika masa merah putih, putih dongker, putih abu-abu hingga saat ini duduk dibangku kuliah sebagai mahasiswi. Haeduh panjang perjalanan nampaknya wkwk canda deng 


Waktu kecil sering dibekali makanan dari rumah dengan tempat makan dan membawa air minum dengan botol minum. Hingga akhirnya terbiasa, kata pepatah "kita bisa karena terbiasa", benar terbukti adanya.


Saat itu belum mengerti apa maksudnya, ketika memasuki putih dongker hingga abu-abu berproses di organisasi ternyata yang ku terapkan termasuk dalam isu perubahan iklim atau lingkungan. 


Mendalami isu-isu lingkungan adalah isu-isu kontemporer atau isu-isu terkini yang menarik sekali untuk di diskusikan, berbicara tentang lingkungan tidak ada habisnya karena setiap hari dan detik kita berada di lingkungan maupun menerapkan isu-isu yang berbau lingkungan.


Aku belajar lingkungan melalui forum anak karena di isu 2P ada lingkungan, sempat mengikuti kompetisi menulis kategori lingkungan yang membuka wawasanku untuk lebih banyak belajar, lalu aku juga bergabung ke komunitas Duta Lingkungan Pekanbaru, aku juga terinspirasi dari beberapa kakak dutling yang kerennya MasyaAllah.. Lalu mengikuti kegiatan WCDID gotong royong terbesar di dunia yang dilaksanakan setiap tahun dan memilih masuk divisi lingkungan di Genbi.


Membawa tumbler dan tempat makan sudah tidak asing bagi setiap orang, 2 hal ini aku komitmenkan ketika pergi belajar maupun berkegiatan sosial, Maret 2019 lanjut dengan memilah sampah, aku belajar bertanggung jawab dengan sampah yang aku konsumsi untuk di tabung ke bank sampah (rasanya menabung sampah itu ah mantab) tanyadeh sama yang udah milah sampah dan menabungnya, rutin membawa sedotan stainless, kantong belanja sendiri hingga menolak jika belanja diberi plastik, ditambah lagi dengan maraknya cerita hidup minimalis perlahan aku mulai belajar gaya hidup minimalis. 


Tanpa disadari berbagai aktivitas sosial dari berbagai isu, jodohnya dengan lingkungan, sampai-sampai penelitianku juga tentang lingkungan, hingga detik ini masih tidak menyangka, namun isu lingkungan adalah jawaban dari doa kala itu minta yang terbaik ,ternyata seperti mimpi.


Namun isu lingkungan mengajarkanku banyak hal dalam kehidupan, aku lebih peduli dengan lingkungan, semakin cinta dengan lingkungan, dan aku yakin semakin banyak orang-orang baik yang peduli dengan lingkungan. 


Ternyata jodoh itu sangat dekat ya, ga nyangka bisa lebih banyak belajar isu lingkungan atau perubahan iklim. Terima kasih sudah mengajarkan ku banyak hal, FA, KDL, GENBI serta kegiatan WCD ID setiap tahunnya. Semoga semakin banyak orang-orang yang mencintai lingkungan dengan mengkampanyekan #HematPlastikYuk


@30haribercerita

#30HariBercerita

#30HBC2103

#CeritaTeysya


Cerita 4

Aku punya mimpi


Kilas Bengkalis, 19 Desember 2018. Melalui gambar yang terlampir aku mengingat kembali perjalan-perjalan semasa aku masih usia anak, hingga aku tumbuh dan berkembang seperti sekarang ini. Tentu ada lika liku perjalanan hidup, pasti ada teori yang didapatkan untuk diterapkan dalam menjani hidup.


Belajar dari pengalaman, belajar dari seseorang, belajar dari apa yang dilihat, didengar dan dirasakan. Aku selalu menerapkan untuk berpikir positif walau kadang ada kekhawatiran, tapi tentu masih banyak yang harus dipelajari dan jauh dari kata sempurna.


Dibalik gambar ini, aku memiliki mimpi. Aku terjun didunia anak, tentu tidak selamanya pula berada disini, sempat aku bertemu rekan sejawatku dibangku kuliah, kami bertukar pikiran, beliau mengarahkanku untuk bisa mencapai mimpi itu, dia menyemangatiku "Aku yakin kamu bisa, suatu saat pasti akan menghadirkan karya itu". "Aamiin, Terima kasih rekanku, doa yang sama untuk mu", ujarku.


Hatiku tersentuh, mengingat kembali resolusi yang pernah ditulis, tapi tentu tidak mudah, butuh usaha yang luar biasa, perlahan akan ku coba, berproses hingga sampai di titiknya.


Ketika nanti aku tidak ada, aku akan meninggalkan jejakku, bahwa dulu aku pernah ada, dengan memberikan 1 buku tentang anak yang menjadi kenangan terindah berisikan perjalanan hidup bisa berkecimpung disana, ilmu tulis menulis laporan yang pernah aku dapatkan di tuangkan dibuku tersebut, materi-materi isu strategis, kegiatan-kegiatan anak yang pernah terealisasikan dan lain sebagainya, harapannya segera terwujud dan bermanfaat. 


Untuk kamu yang sedang bermimpi, semoga mimpi mu segera terealisasikan, mari kita wujudkan bersama mimpi-mimpi dan harapan indah itu. Semangat membuat perubahan, teruslah berkarya, teruslah berprestasi, aku yakin setiap kita memiliki potensi yang luar biasa, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tetaplah bersyukur dan asah terus kemampuan kamu.


Semangat mencoba, berusahalah, maksimalkan ikhtiar. Jangan bosan untuk selalu mencoba ya, yang salah itu kalau kamu tidak pernah mau mencoba. Terakhir Jangan lupa minta  yang terbaik sama Allah.


Terima kasih

@30haribercerita

#30HariBercerita

#30HBC2104

#CeritaTeysya


Cerita 5

Mengapa bisa menulis dan merangkai kata?


Pertanyaan ini sering menghampiriku. Mari sini biar ku ceritakan:

Hehuheuheu

Ketika kecil aku dekat dengan bibi adik ibuku, yang mana mereka sudah sekolah dibangku SMP dan SMA, aku ingin sekali sekolah tapi usia ku belum cukup.


Ketika mereka pergi sekolah dengan sepeda motornya masing-masing, aku mengekor sampai halaman rumah dengan sepeda roda 4 ku, sedih sih kalau bibi-bibiku pergi, rumah sepi huhu, tapi nanti kalau mereka pulang ramai lagi, dan aku senangnya minta ampun wkwk


Dirumah banyak sekali buku, ketika neneku memasak bibi ku sekolah aku sering membuka laci buku bibiku yang terletak dibawah meja tv. Ada buku tulis yang tidak digunakan lagi, aku hobbi mencoret-coret dan menggambar, selain itu aku hobbi menelpon dan mengangkat telpon orang-orang karena dirumah ada telepon bersama hahaha masih ada lo fotonya dialbum. Hadeuh


Dirumah.. ibu dan bibiku membelikan poster mengenal Abjad A hingga Z, perkalian, tambahan, huruf hijaiah, dan mesin hitung anak SD. Bibi ku sering mengajariku mengenal huruf, sehingga sebelum masuk sekolah aku sudah mengetahui huruf akhirnya pandai membaca, dari pandai membaca aku sering merangkai

kata, ketika masuk sekolah, setiap hari rutin membuat diary apapun yang terjadi dalam hidupku. Ini juga karena pelajaran Bahasa Indonesia yang banyak cerita, jadinya lebih fasih merangkai kata.


Jika ditanya bakat ini turun dari siapa? Dari keluarga ibu, tapi yang jelas dari keluarga ibu bibi-bibi ku tulisannya bagus-bagus, maka mereka mengajariku menulis, yang awalnya tulisan ini biasa saja dilatih menulis rait (tulisan bersambung) eh ternyata keterusan wkwk.. Alhamdulilah


Termotivasinya itu karena melihat bibi-bibi ku sering menulis catatan sekolah dibuku tulisnya, alhasil aku mengikutinya, terkadang aku menyalin tulisan yang dibuku cetak milik bibiku ke buku tulisku.


Hingga saat ini aku rutin menulis diblog, buku catatan kecil ku, dan mading dikamar tidurku, apapun itu aku tulis. Lama kelamaan aku banyak tahu dan merasakan manfaat menulis itu, sempat membaca, mendengar, menonton, menulis itu bisa untuk terapi healing, menggerakkan saraf-saraf, menulis itu jujur dan masih banyak lagi. Luar biasa sekali manfaatnya.. Dengan menulis aku lebih mengetahui siapa diriku yang sebenarnya. 


Omong-omong setiap tulisan individu berbeda-beda, ada puisi dan cerita, ada lebih ke bahasa novel, bahasa laporan dan lain-lain, hal itu tergantung dari bahan bacaan yang sering dibaca masing-masing individu, tidak ada masalah, karena setiap individu berhak menulis apa saja dengan gayanya, dan setiap individu memiliki ciri khas nya masing-masing.. Unik yaa 😍


Terima kasih, yang sedang menulis dan mengembangkat bakat lainnya semangat, semangat selalu dalam berkarya. Karena aku, kamu dan kita sama-sama keren. 🌟 Salam keren 😎


@30haribercerita

#30HariBercerita

#30HBC2105

#CeritaTeysya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rapat Bulanan Forum Anak Riau & Forum Anak Kota Pekanbaru

Selasa,16 Agustus 2016. Hai-hai anak Indonesia!! Nah kali ini kegiatan Forum Anak Riau bekerja sama dengan Forum Anak Kota Pekanbaru mengadakan kegiatan rutin,yaitu rapat bulanan.

PENGALAMAN TEYSYA MENGIKUTI PERTEMUAN FORUM ANAK NASIONAL 2016

Hallo Teman-teman seperjuangan. Perkenalkan Nama Saya Teysya Putri Yolla, biasa di sapa dengan Teysya/Echa. Saya berasal dari Delegasi Riau. Nah kali ini Saya mau berbagi cerita, pengalaman Saya mengikuti pertemuan Forum Anak Nasional 2016 yang diadakan di Kota Mataram, NTB , lombok. Pasti pada penasaran kan yuk mari kita baca dengan seksama. · 19 Juli 2016 Saya sampai di Hotel Lombok Raya, bertemu dengan kakak-kakak LO dan teman-teman Se-Indonesia yang hebat dan luar biasa. Pada kesempatan kali ini,Saya dan teman-teman delegasi Riau juga sharing bersama kakak-kakak LO, nah kami juga mendapatkan LO yg baik,imut dan keren, yaitu kak Chesa yang berasal dari Sumut Medan, dan Bang Sulhan