Ga kebayang, seperti mimpi, cuma bisa komunikasi dan berdoa bersama. Tahan-tahan akhirnya jatuh juga. Lambaian tangan membuat nyesek. Doaku menyertai, terima kasih sudah saling menguatkan. 11 Januari 20. Dariku yang belajar memahami, memaknai, menelaah, mengamati dan memetik hikmah.
Saat kedatangan aku menahan, berusaha membantu semaksimalnya, dihati kepikiran yang disana, disatu sisi sama-sama yang disayangi, pesan itu menguatkanku untuk belajar baik-baik saja, kepergian kembali kerumah itu aku antar dengan tulus dan ikhlas, menyaksikan bagaimana prosesnya.
Saat itu gawai sibuk dan pesan terus masuk, beberapa hari mencoba untuk kuat-kuat, belajar, berbagi cerita bahwa ada perubahan, ada kebaikan, tapi ketika sendiri jatuh juga, memohon untuk dikuatkan dan dipeluk erat.
Betapa belajar menjadi siaga, belajar untuk bijaksana, belajar untuk tenang, belajar untuk menstabilkan suasana, dilatih sesikit demi sedikit agar kedepannya mampu melewati ini.
Perkataan ini masih awal tahun, ku sampaikan saling menguatkan, semangat dan terus berdoa. Yakin keajaiban dan waktu indah pasti datang, dan bisa melalui ini semua.
Hanya berbagi kepada yang sangat terdekat, karena tempat untuk bercerita sesuai tupoksi nyaman yang selalu membei sumber kekuatan. Terima kasih
Tetaplah belajar, memahami situasi dan kondisi, teruslah berdoa, kekuatan doa sangat mujarab, yakinlah, semesta selalu hadir menemani, mengasihi, menyayangi. Selamat kamu hebat. Terima kasih sudah mau belajar, kuat, tangguh, yakinlah sekecil apapun kebaiakn pasti ada balasan.
Komentar
Posting Komentar