Menaruh rasa meneggakkan siku di atas meja, memandang awan biru, menggoreskan pena di kertas putih, menyalin kembali di ponsel pintar, terapi pikiran, berbenah diri, belajar ikhlas, memaafkan, berbesar hati, berdamai.
Menepi, singgah, menghargai waktu, mengatakan kapan aku bisa mengetikmu lagi, rekanku bilang jangan terlalu terburu-buru, tergesa-gesa juga tidak baik, akhirnya solusi di temukan santai tapi pasti, pelan-pelan, walaupun sedikit lama-lama akan menjadi bukit.
Sebelumnya sudah aku goreskan, tapi aku rombak lagi, tidak mudah untuk merevisi tapi itulah dia, selalu di berikan cara yang berbeda untuk memolesnya, kepikiran iya, namun coba pelan-pelan, yakin bahwa pena itu lancar ku tuliskan untuk menjadi karya.
Terima kasih untuk dukungannya, doanya, restunya, ridhonya, izinnya, amanah ini memang berat, tapi harus dijalankan, prosesnya sedikit lagi maka nikmatilah, jangan lupa istirahat sejenak, istirahat juga butuh, menyegarkan pikiran juga penting, piknik apa lagi.
Percayalah tidak ada usaha yang mengkhianati hasil, tidak apa merangkak, yang penting berjalan, akan sampai di waktu finish (selesai). Belajar yang giat, berdolah yang kuat, orang-orang sekitarmu selalu menemanimu, setiap waktu, tanpa hati mendoakan yang terbaik untukmu. Jangan lupa bahagia, senyum, jalanai, nikmati, syukuri. Jangan lupa kuatkan niat, ya!! Senyum dan doa mereka mengiringi langkahmu. Terima kasih kamu hebat.
Prok-prok-prok
Selamat hari sabtu, salam rindu dari ku, untukmu yang selalu menunggu aku. Hiya hiya Hiya🌹
3 September 2020

Komentar
Posting Komentar