Sesekali ketika egois bolehlah ya..
Kepada orang yang tidak pernah memikirkan perasaan
orang lain, dan mementingkan pekerjaan yang lebih prioritas tidak ada salahnya..
Berusaha mencari kebenaran dan keadilan, selama ini sifat netral, berlapang dada, memaklumi itu yang diterapkan..
Lantas semua akan berjalan dengan semsestinya, biarkan setiap orang mengambil langkah yang menurutnya itu benar..
Tidak ada hak untuk mengatur diri setiap orang, biarkan mereka berkembang dengan jalan pilihannya, apapun itu pilihannya itu adalah yang terbaik..
Andai saja bersikap netral, tidak membeda-bedakan, seraya pasti ikhlas menerima dan tidak ada rasa kekecewaan sedikitpun..
Pada akhirnya hikmah yang tersirat selalu dipetik untuk terus berhati-hati dalam bersikap, jangan sampai melukai hati seseorang..
Setiap diri mempunyai potensi merasakan jika itu tidak baik untuk katakan, tahu diri dan adanya kesadaran tanpa harus melukai..
Hidup tentang bagaimana belajar saling menghargai, menghormati dan menyayangi, lantas tidak perlu menyentuh hidupnya jika hanya membuatnya kecewa atau akan kecewa balik ke diri pribadi..
Tetap ikhlas, maafkan dan sabar, karena waktu yang akan menjawab semua akan terlihat terang-terangan mana yang tulus dan mana yang pura-pura tulus..
Pembelajaran yang berharga dalam hidup untuk menyelesaikan sesuai porsinya, tidak menutup kemungkinan setiap orang belajar dalam berproses mengahdapi sebuh konflik untuk dicari jalan keluarnya..
Tetap tenang dan sabar, ingat dan ketahuilah siapa yang benar-benar tulus tanpa perlu diutarakan melalui ucapan kalimat melainkan dari hati yang benar-benar ikhlas lahir dan batin..
GS, 24.03.2020 10.40 WIB
Komentar
Posting Komentar