Hai kamu tidak boleh disakiti oleh siapapun
Kamu
tidak boleh dikhianati oleh siapapun
Kamu
tidak boleh dimarahi oleh siapapun kalau kamu tidak salah
Kamu
pantas hidup seperti biasanya untuk meraih
kebahagiaan disetiap hari
Tidak
ada yang bisa melarang dirimu kecuali orang terdekatmu
Beri
aku waktu untuk memahami karaktermu
Beri
aku waktu untuk memahami kondisimu
Beri
aku waktu untuk belajar mendekatkan diri denganmu
Beri
aku waktu untuk belajar tentang apa yang ada didirimu
Aku juga
manusia yang mempunyai keterbatasan dalam memahami sikapmu
Aku juga
masih belajar dalam mempelajari tentang dirimu
Aku juga
butuh waktu berproses untuk bisa mengenal dekat denganmu
Jangan
pernah bilang aku membedakanmu
Tapi
saat itu aku sedang belajar, perlahan aku mengerti tentang mu
Jangan
salahkan aku, tapi coba Tanya dirimu, Tanya hatimu apakah kamu sudah memahami
aku, apakah kamu sudah menghargai aku, apakah kamu sudah berbuat selayaknya
seorang manusia, apakah kamu sudah belajar dari pengalaman sebelumnya, jangan
hanya menuntut tapi dirimu tidak mau untuk dituntut, jangan hanya meminta tapi
dirimu tidak mau berusaha dengan mengandalkan omongan saja,
Percayalah
aku tidak membedakan sedikitpun, aku tidak pernah ada pikiran untuk pilih
kasih, aku tidak ada berpikir untuk memilih-milih, kita sama, semua sama, aku
masih belajar untuk memposisikan diriku ketika denganmu, aku masih belajar
untuk memahami semua apa yang ada tentang kamu, bedanya aku sudah mengenal
duluan dengannya maka aku juga mempunyai tanggung jawab untuk membimbingnya,
nanti dengan masanya dengan waktunya kita juga bisa dekat, selayaknya sahabat,
teman, kakak dan adik, percayalah…
Tapi
berikan aku waktu untuk bisa belajar, berproses, aku bukan makhluk yang
sempurna, aku merupakan tipe orang yang harus belajar terlebih dahulu baru aku
bisa, aku juga bertahan semampuku karena aku ingin melihat perkembanganmu, jika
suatu saat aku tidak sanggup, tidak kuat lagi, dan rapuh karenamu, lelah dan letih
karenamu, aku siap untuk pergi, dan izinku untuk pergi, meninggalkan atas izin
Tuhan.
Aku ikhlas
menjelankan tugasku karena aku tahu yang menilai tugas dan kewajibanku adalah
Tuhan, jangan banyak menuntut karena kamu masih baru mengenalku, tapi tolong
belajarlah juga untuk memahami aku, kita sama-sama saling memahami, saling
membuka diri untuk berbagi, untuk mendekatkan diri, untuk bercanda dan tertawa.
Jangan
salahkan aku sepenuhnya, tapi cobalah kamu membuka sedikit pikiranmu, rubah
pola pikirmu, apa tujuan mu datang, apa fungsi mu datang, apa keinginan dan
harapanmu datang, jika kamu datang hanya untuk mencarai keistimewaan,
persaingan, perselisihan, silakan kamu pergi, aku sudah lama berada ditempat
ini, aku sudah tumbuh dan berkembang menjadiri diriku sendiri selayaknya aku,
aku berubah berproses menjadi pribadi yang lebih baik dari diriku yang
sebelumnya, aku tumbuh menjadi kuat dan tangguh, aku banyak mendapatkan
pelajaran hidup yang bermakna ditempat ini, semua perubahan yang terjadi dalam
hidupku aku merasakan itu, aku menikmati ketika aku belajar, ditempat ini aku
didukung oleh orang-orang terdekatku, dan aku bisa berubah menjadi manusia yang
lebih baik. Jadi jika kamu datang untuk mengusik rumahku, tempatku, lebih baik
kamu pergi dan tidak usah hadir disini.
Hidup
adalah tentang untuk saling menghargai, berproses, saling belajar dalam suka
maupun duka. Tapi, jika kamu mau berubah, jika kamu kamu bersikap selayaknya
seperti seorang manusia yang baik memiliki etika sopan dan santun, silakan kamu
rubah pola pikirmu kamu rubah tujuan kamu, kamu intropeksi diri dan janji untuk
berubah, aku terima dengan lapang dada, karena selagi niat mu baik, tujuanmu
baik aku membuka pintu rumahku lebar untuk kamu, mari kita bangun kesenangan,
tumbuh bersama menjadi manusia yang lebih berharga, yang lebih kuat sama-sama
berproses mau belajar.
Tapi
jangan pernah beda kan aku, jangan pernah berpikir aku membedakanmu dengan yang
lain, tapi hargai aku yang kini belajar memantaskan diri, memahami segalanya,
beri aku waktu untuk itu semua dan aku juga akan mengevaluasi diriku dan perbanayak
berbesar hati. Aku maafkan, dan aku meminta maaf, aku terima dengan lapang dada
karena kebenaran akan segera ditunjukkan.
Terima
kasih sudah banyak mengajarkanku segalanya, hal yang terjadi adalah kehendak
Tuhan, aku percaya kita semua sama tanpa ada yang menembak hal-hal aneh, aku
percaya kita semua sama, aku percaya kita semua akan bersama-sama. Untuk saat
ini beri aku waktu.
19
November 2019
08.37
WIB
Komentar
Posting Komentar