Menyeimbangkan, netral, menyetarakan semua itu sulit ya.. Tapi,
aku tetap berusaha belajar bagaimana bisa menjadi bijaksana, menjadi pemimpin, walaupun hati ini lembut.
Sebenarnya tidak terbayangkan, namun aku mencoba meratapi, memepelajari, menelaah, memahami. Pada akhirnya semua memang berlalu tapi harus bisa mengambil sebuah kebijakan.
Tidak banyak berbicara, diam, memikirkan, mencoba tenang, bingung, dilema, semua itu bercampur aduk, dengan memerlukan beberapa waktu.
Tapi, mengapa selalu ada masukan yang tidak etis, logis, bahkan menyinggung hati. Aku mencoba tenang dan diam, meski hati ini lembut, ku menocba menatap dinding dengan mata yang fokus. Menurutku perbedaan adalah hal yang menarik, tidak masalah namun harus dicari jalan tengahnya.
Hari demi hari aku lewati, tanpa ada yang intervensi. Mau tidak mau, keputusan harus ditangan pribadi, tidak menutup kemungkinan bahwa aku mencari jalan yang terbaik dengan berbagai pertimbangan.
Menurutku tidak ada yang tidak mungkin, sebuah keputusan tentu memikirkan plan A atau plan B hingga Z yang selalu terkondradiksi dipikiran ini. Tidak perlu cemas, tidak perlu takut, tidak perlu bimbang, salah satu keputusan yang kita ambil, dibalik cerita dan semua skenario yang sudah diatur itu ada hikmahnya.
Jadi, tetaplah sabar, kuat, pantang menyerah, karena.. semua itu akan menjadi pengalaman hidup yang akan dikenang, melalui sebuah pembelajaran yang berharga ketika kamu mau mengingatnya.. Terkahir, jangan lupa bersyukur. Hehehehe
Menatap langit-langit rumah dengan warna yang bersinergi.
14 Agustus 2019 23.02 WIB
Cerita yang kilas balik lalu hadir kembali
Terima kasih sudah membaca.
Komentar
Posting Komentar