Ada rasa haru, bercampur aduk, sensi, ada rasa sedih yang tak bisa diungkapkan dengan alunan kata. Kepala dan hati bersatu berusaha untuk menjadi dingin, yang dibutuhkan hanyalah kesendirian untuk menata hati dan pikiran yang panjang kedepan.
Tak dapat dipungkiri, akhirnya semakin sakit,
ketika hal itu terjadi berusaha untuk tidak memikirkan namun terbawa seperti jernih dan lancarnya air dilautan mengalir. Semua yang terjadi mungkin tidak bisa kuterima begitu saja, butuh ku pahami, ku ratapi, renungi, dan ku tela ah dengan baik, semua butuh peroses.
Ketika akhirnya aku memaksakan suatu keadaan hingga akhirnya aku terjatuh sakit, berusaha untuk membangkitkan segala keadaan, bisa ku jalani namun aku berhenti ditengah jalan, lalu aku berfikir kembali, lalu melanjutkan perjalanan ku.
Hingga akhirnya aku tersadarkan, aku bingung, bimbang, ragu, hati dan pikiran bercampur aduk, aku meminta petunjuk kepada Yang Maha Kuasa, dan pada akhirnya aku mendaptkannya.
Walau banyak rintangan, kepahitan, kekejaman, kehinaan, cacian, makian, aku banyak belajar dari segala sesuatu yang datang menghampiri, disana aku banyak mencoba untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi, hingga akhirnya aku tersadarkan untuk bisa kembali seperti semula dan memperbaiki keadaan.
Beberapa waktu yang kulalui, aku membutuhkan peroses, peroses yang begitu luar biasa, karena ada kalanya seseorang itu bisa menerima langsung dan ada yang bisa menerimanya namun dipikirkan kembali dengan matang.
Hal-hal yang aku sadari bebrapa waktu itu, aku banyak belajar, namun aku hanya berharap semoga semuanya baik-baik saja, kejadian yang terjadi adalah takdir oleh Yang Maha Kuasa. Jatuh, bangun, naik, turun, suka dan duka harus dijalani dengan senyuman, ikhlas dan selalu rendah hati. Hidup adalah proses untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi, karena semua akan indah pada waktunya. Enjoy gaes dan selalu berdoa dan minta yang terbaik dalam hidup. Jalani, nikmati, syukuri.
Perjalanan Hidup, Pelajaran Hidup yang Luar Biasa. Terimakasih untuk segalanya dan Bersyukur.
Last May, June Story
Komentar
Posting Komentar